•  
  • RAIH KESEJAHTERAAN BERSAMA KAMI
Rabu, 11 Januari 2012 - 08:50:07 WIB
Perayaan Natal Bersama CUKB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 45 kali

Sejahterakan Anggota dalam Kasih,

Guyur hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu (7/1) sejak pukul 16.00 sempat membuat suasana kota Pontianak gelap dalam ketakutan. Tapi, suasana di sekitar bundaran kotabaru, persis di rumah kediaman Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Minsen, S.H. justru sebaliknya. Suasana yang tadinya gelap, mencekam dan penuh ketakutan, berubah ramai, terang dan menyenangkan. Ratusan orang memenuhi kursi yang disediakan Panitia Natal Keluarga Besar CU Khatulistiwa Bakti, larut dalam alunan merdunya koor O,Holy Night, Gloria, Sudah lahir Penebus, Kemuliaan dan beberapa lagu dari kumpulan lagu Natal yang dibawakan kelompok paduan suara di bawah asuhan Herman dari Paroki Gembala Baik Pontianak.

Lebih kurang 300 orang yang hadir, terdiri dari 115 aktivis dan 15 jajaran pengurus beserta keluarga dan keluarga mantan pengurus serta para undangan menyimak kotbah yang dibawakan Romo DR.Sutadi, Pr. Romo yang supel dan sederhana ini membawakan kotbah, dalam prolog kotbahnya beliau mereview kasus "Insider Trading" yang dilakukan Blocher di Swiss.  Langkah Blocher tersebut memunculkan masalah tersendiri bagi dunia perbankan Swiss karena dia telah membocorkan data rahasia nasabah perbankan yang selama ini dijaga sangat ketat sebagai salah satu kebanggaan Swiss. Pembocoran rahasia nasabah di Swiss adalah tindak kriminal yang diancam dengan hukuman penjara. Kasus kerahasiaan bank yang sempat dibocorkan oleh orang dalam di Swiss, Kasus Bank Century Jakarta yang sangat berbahaya. Romo mengingatkan kepada CUKB. "Ada bahaya yang sama di CUKB, kalau dirampok dari dalam, dan jika itu terjadi, itulah kegelapan," tegas Romo. Katanya, Natal datang di tengah kegelapan. Natal datang justru pada saat hidup terasa gelap, hidup terasa kelam. "Bagaimana Ia datang? Ia datang dalam palungan dan dibungkus dalam kain lampin," jelasnya.

Kata Romo, ada dua makna Natal yang mesti dipahami oleh segenap keluarga besar aktivis Credit Union (CU) Khatulistiwa Bakti. Pertama, Ia datang dalam palungan. Palungan merupakan tempat makan hewan. Ini bermakna Yesus jadi makanan (bukan harafiah), tapi sumber kekuatan manusia melalui doa-doa kita. CUKB mesti lahir di palungan agar jadi sumber makanan bagi anggota untuk mengusahakan kehidupan yang sejahtera. Jika ini terjadi maka tidak akan terjadi kasus di Swiss. Kedua bayi dibungkus dengan kain lampin, dimaknai simbol orang yang lemah, tulang masih lemah daging terasa lembek. Yesus lahir disambut dengan kasih manusia diwakili oleh Yusuf dan Maria. Bayi perlu senandung, cerita dengan sendirinya setiap orang melihat bayi pasti mengasihinya. "Bagaimana dengan kasih dalam diri kita? Tahun 2012 segenap aktivis CUKB melahirkan kasih, menyediakan makanan bagi anggota, agar anggota sejahtera dan para aktivis pun memiliki cahaya terang Natal di hati agar terhindar dari aktivitas yang gelap.

Usai kotbah Pastor, kemudian Ketua Dewan Pengurus CUKB, Dra. Sesilia Seli, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan kembali agar para aktivis meningkatkan pelayanan kepada anggota dan melarang keras seluruh jajaran aktivis CUKB mengambil uang yang bukan haknya. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan bersama sambil menikmati suguhan hiburan yang ditampilkan oleh segenap aktivis CUKB yang kreatif.

sumber: Borneo Tribun (10/1/2012)


Bookmark and Share


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)